Anak: Inspirasi Bisnis Ibu

Inspirasi bisnis bisa datang dari mana saja. Kita tidak perlu pergi keluar negeri untuk mencari ide bisnis yang nge-hits atau menyewa konsultan bisnis yang mahal. Sebenarnya, yang dibutuhkan adalah kemampuan observasi yang baik untuk melihat masalah yang dapat kita berikan solusi. Awali dari melihat masalah yang kita alami atau terjadi sekitar lingkungan kita sendiri.

Seorang ibu, dalam usahanya untuk memberikan kasih sayang dan yang terbaik bagi buah hati, kadang memunculkan ide – ide yang sungguh kreatif dan bermanfaat. Seorang bunda tau masalah yang dialami bunda lainnya, sehingga menjadikannya sumber yang cocok untuk riset ide bisnis.

Christien Ismuranty contohnya. Buah hati Christien memiliki autisme yang membuatnya, apabila mengkonsumsi gluten dan kasein, menjadi hiperaktif dan sulit diajak berkomunikasi. Namun mencari makanan bebas gluten itu ternyata sulit sekali. Apalagi mencari makanan bebas gluten yang disukai oleh anaknya yang pemilih. Keadaan ini mendesaknya untuk mulai memproduksi sendiri makanan anaknya. Dengan mengumpulkan sumber daya dan semangat, ia mulai mengembangkan makanan dengan bahan dari umbi seperti jenis garut, ganyong, kimpul, ubi ungu, dan uwi yang diolah menjadi emping, kerupuk, tepung, dan pati. Tepung dan pati ini kemudian bisa diolah menjadi bahan pelengkap masakan atau bahan dasar pembuatan kue-kue kering. Jadilah bisnis makanan untuk anak berkebutuhan khusus dengan merek Kainara. Produk Kainara banyak di salurkan melalui jaringan personal di tempat terapi anak autis dan juga banyak dikirim ke berbagai daerah di sekitar Jabodetabek, Surabaya, hingga Medan. Bisnis ini berawal dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan buah hati dan ternyata bisa berkembang untuk memberikan manfaat bagi banyak ibu – ibu yang menghadapi masalah yang serupa dengan Christien.

Inspirasi Bisnis - Ide Bisnis Ibu - Jessica Alba honor dan havenInspirasi Bisnis - Ide Bisnis Ibu - Jessica Alba

Jessica alba, seorang artis yang sangat terkenal dan seorang ibu yang gemarmembaca dan sangat memperhatikan kesehatan anaknya, ternyata tetap mengalami masalah yang dialami bunda pada umumnya dalam mencoba memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Setelah membaca tentang bahaya produk bayi dan pembersih rumah dengan bahan kimiawi yang beracun, dan kesulitan mencari produk alternatif, ia terinspirasi untuk membuat perusahaan dengan nama The Honest Company, yang menjual produk bayi yang organik dan ramah lingkungan, seperti popok  dan baby wipes yang biodegradable. Kadang solusi dari sebuah masalah ada di kita sendiri, jangan selalu bergantung pada orang lain.

Kenalkan Julie Aigner Carter, pencetus Baby Einstein dan Baby Mozart, seri video edukasional untuk balita. Tidak ada ibu yang sempurna, dan setelah menyadari padatnya jadwal seorang ibu rumah tangga mengurus rumah dan bayi, Julie mempunyai ide untuk membuat alat bantu agar anaknya dapat belajar selagi ia melakukan pekerjaan rumah tangga. Ia mulai membuat video disela – sela waktu tidur bayinya. Video ini ia putar saat ia membutuhkan buah hatinya untuk duduk tenang selagi ia menyiapkan makanan atau pekerjaan lainny. Ia tidak pernah punya suster untuk membantunya. Ternyata banyak ibu – ibu yang merasa terbantu oleh video – video ini, sehingga ia mempunyai ide untuk menjadikannya bisnis. Pada akhirnya seri video ini dilepaskannya untuk dibeli oleh Disney agar ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak – anaknya.

Banyak sekali masalah yang dihadapi ibu – ibu, tetapi, seperti Ike Dahlia, pemilik Brownies Gandum yang ide bisnisnya berasal dari keinginan untuk memberi cemilan sehat bagi anaknya, berkata “Bersahabatlah dengan ketidak-nyamanan”. Jadikan masalah yang kita hadapi dalam mengasuh dan memberikan yang terbaik untuk anak menjadi sumber inspirasi bisnis yang dapat memberikan penghasilan dan bermanfaat bagi orang banyak.

 

Tags: ,

No comments yet.

Leave a Reply